Kutu Daun PDF Print E-mail
Written by ditlinhorti   
Friday, 21 December 2012 01:20

Kutu Daun Persik : Myzus persicae Sulz.

Nama umum : Myzus persicae Sulzer (1776)
Klasifikasi : Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hemiptera
Subordo : Sternorrhyncha
Superfamili : Aphidoidea
Famili : Aphididae
Sumber gambar : CABI

Morfologi/Bioekologi

Nimfa dan imago mempunyai antena yang relatif panjang/sama panjang dengan tubuhnya. Nimfa dan imago yang bersayap mempunyai sepasang tonjolan pada ujung abdomen yang disebut kornikel. Ujung kornikel berwarna hitam. Imago yang bersayap warna sayapnya hitam, ukuran tubuh 2 - 2,5 mm, nimfa kerdil dan umumnya berwarna kemerahan. Imago yang tidak bersayap tubuhnya berwarna merah atau kuning atau hijau berukuran tubuh 1,8 - 2,3 mm. Umumnya warna tubuh imago dan nimfa sama, kepala dan dadanya berwarna coklat sampai hitam, perut berwarna hijau kekuningan. Siklus hidup 7 - 10 hari. Temperatur mempenga­ruhi reproduksi ( > 25 - < 28,5 °C mengurangi umur imago dan jumlah keturunan, > 28,5 OC reproduksi terhenti). Berkembang biak secara partenogenesis. Seekor kutu menghasilkan keturunan 50 ekor. Lama hidup kutu dewasa dapat mencapai 2 bulan.
Daerah penyebaran hama ini sangat luas hampir terdapat di seluruh dunia, sedangkan di Indonesia yang melaporkan adanya serangan hama ini antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara dan Irian Jaya.
Gejala serangan
Dampak langsung serangan hama ini adalah tanaman menjadi keriput, tumbuh kerdil, warna daun kekuningan, terpuntir, layu lalu mati. Secara tidak langsung, kutu ini merupakan vektor lebih dari 150 strain virus terutama penyakit virus CMV, PVY. Kutu ini biasanya hidup berkelompok dan berada di bawah permukaan daun, menghisap cairan daun muda dan bagian tanaman yang masih muda (pucuk). Eksudat/cairan yang dikeluarkan kutu ini mengandung madu sehingga mendorong tumbuhnya cendawan embun jelaga pada daun yang dapat menghambat proses fotosintesa.
Tanaman inang lain
Hama ini bersifat polifag, diketahui lebih dari 400 jenis tanaman inang. Selain inang utama yaitu kentang dan tomat, tanaman inang lain yaitu tembakau, petsai, kubis, sawi, ketimun, semangka, ubi jalar, terung, buncis, kapri, jagung, jenis kacang-kacangan, bit, tebu dan jeruk.

Pengendalian

a.  Kultur teknis
  • Sanitasi dan pemusnahan gulma dan bagian   tanaman yang terserang dengan cara di bakar.
b.   Fisik mekanis
  • Penggunaan kain kassa / kelambu baik di  bedengan pesemaian maupun di lapangan
  • Penggunaan perangkap air berwarna kuning sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang ditengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu.
c.  Hayati
  • Pemanfaatan musuh alami parasitoid Aphidius sp., predator kumbang Coccinella transversalis (Gambar 10), Menochillus sexmaculata, Chrysopa sp., larva syrphidae, Harmonia octomaculata, Microphis lineata, Veranius sp. dan patogen Entomophthora sp., Verticillium sp.
d.     Kimiawi
  • Dalam hal cara lain tidak dapat menekan populasi hama, dapat digunakan insektisida yang efektif (pada prinsipnya agar mengikuti ketentuan seperti yang diuraikan pada halaman 32 butir d), terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian (Lampiran 1) apabila berdasarkan hasil pengamatan tanaman contoh, jumlah kutu daun lebih dari 7 ekor per 10 daun contoh atau serangan mencapai lebih atau sama dengan 15 % per tanaman contoh.

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 17 January 2013 06:28 )
 
Situs Pusat

      

Situs Pelayanan
      
Situs Terkait

    

OPT Utama Jeruk

Ulat Peliang Daun
Ulat Peliang Daun : Phyllocni...
Kutu Daun
Kutu Daun Coklat (Toxoprera ci...
Kutu Sisik
Kutu Sisik/ Kutu Perisai Lepi...
Kutu Loncat
Kutu Loncat : Diaphorina citr...
Jamur Upas
Jamur Upas : Corticium salmon...

OPT Utama Mangga

Botryodiplodia
Penyakit Kulit Botryodiplodia...
Penggerek Cabang
Penggerek Cabang : Rhytidoder...
Wereng Mangga
Wereng Mangga : Idiocerus niv...
Antraknosa
Antraknosa (Anthracnose) :Coll...
Penggerek Ranting
Penggerek Ranting: Sternochet...

OPT Utama Pisang

Kerdil Pisang
Kerdil Pisang/Bunchy Top Virus...
Penggerek Bonggol
Penggerek Bonggol PisangKumban...
Layu bakteri
Penyakit Layu bakteri (Penyaki...
Ulat Daun
Ulat Penggulung Daun Pisang E...
Ngengat Kudis
Ngengat Kudis Buah PisangNacol...
DIREKTORAT PERLINDUNGAN HORTIKULTURA
Jalan Aup Nomor 3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 - Telepon (021) 7819117, Faximile (021) 78845628
Website : http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id - E-mail: ditlinhort@deptan.go.id
Copyright © 2013 Direktorat Perlindungan Hortikultura Design by SadCom Multimedia ndik63@yahoo.com