|
Ditulis Oleh ndik63
|
|
Thursday, 04 March 2010 |
|
WASPADA SERANGAN KUTU KEBUL PADA TANAMAN CABE Kutu Kebul (Bemisia tabaci) Ordo : Homoptera; Famili : Aleyrodidae
Gejala Serangan Kerusakan langsung pada tanaman disebabkan oleh imago dan nimfa yang menghisap cairan daun, berupa gejala becak nekrotik pada daun akibat rusaknya sel – sel dan jaringan daun. Eksresi kutu kebul menghasilkan madu yang merupakan media yang baik untuk tempat tumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan proses fotosintesa tidak berlangsung normal. Selain kerusakan langsung oleh isapan imago dan nimfa, kutu kebul sangat berbahaya karena dapat bertindak sebagai vektor virus. Sampai saat ini tercatat 60 jenis virus yang ditularkan oleh kutu kebul antara lain : Geminivirus, Closterovirus, Nepovirus, Carlavirus, Potyvirus, Red-shape DNA Virus.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh ndik63
|
|
Tuesday, 02 March 2010 |
|
Kutu putih pada tanaman Pepaya
Sumber : Bahan RAPIM (Ditjen Hortikultura)  Image Pepaya merupakan salah satu komoditas buah yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Produksi pepaya selama lima tahun terakhir termasuk dalam kelompok lima besar produksi buah-buahan dan buah ini tersedia sepanjang tahun. Secara agroklimat, tidak memerlukan kondisi yang spesifik sehingga komoditas ini dapat berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia. Budidaya yang dilakukan oleh sebagian besar petani hanya dengan memanfaatkan areal sekitar pekarangan, dalam perkembangan akhir-akhir ini komoditas papaya mempunyai peluang untuk di budidayakan secara komersial. Dewasa ini pada beberapa daerah ditemui adanya serangan OPT yang mengakibatkan adanya potensi kerugian ekonomis yang dialami petani. Hal ini terjadi disebabkan adanya serangan OPT kutu putih (Paracoccus marginatus William and Granara de Willink, Hemiptera: Pseudococcidae) yang menyerang tanaman pepaya dengan wilayah penyebaran di Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Kota Depok Propinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 04 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Penyakit Mati Meranggas pada Tanaman Duku |
|
Ditulis Oleh Subdit Buah, Ditlin Hortikultura
|
|
Tuesday, 09 February 2010 |
|
Sifat karakteristik patogen Phytophtora dan faktor lingkungan yang mendukung

Patogen Phytophtora tersebar melalui air dan udara (airbone dan water borne), periode pembentukan generasi pendek, inokulum berkembang secara cepat, zoospora dapat bergerak dan tertarik pada tanaman inang melalui daya elektrotaktis dan kemotaksis, mempunyai inang yang luas, siklus hidupnya dipacu oleh air dan kelembaban yang tinggi. - Tanaman inang tersedia sepanjang tahun, penyakit berkembang dalam jaringan yang berbeda pada tanaman yang sama, tanaman tidak mempunyai ketahanan terhadap penyakit, tanaman terinfeksi melalui luka bekas gerekan serangga dan nematoda.
- Faktor lingkungan yang mendukung curah hujan dan kelembaban yang tinggi, suhu yang sesuai untuk perkembangan patogen, tersedianya tanaman inang sepanjang tahun.
- Praktek budidaya drainase yang buruk dan irigasi yang tidak sesuai , air irigasi dan area perkebunan yang terkontaminasi patogen, varietas tanaman yang dibudidayakan rentan, pola tanam yang sempit, adanya pohon naungan yang dapat meningkatkan kelembaban, penggunaan pupuk nitrogen anorganik yang tinggi, seleksi dan pemuliaan varietas yang menekankan pada pertumbuhan yang cepat dan produksi yang tinggi dengan ketahanan yang rendah, kegagalan dalam pengendalian kimiawi pada area dengan curah hujan yang tinggi.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Thursday, 04 March 2010 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 19 |